Thursday, April 23, 2009

Why Men Are Cheating ( Kenapa Pria Selingkuh) ?

Why Men Are Cheating ( Kenapa Pria Selingkuh) ?

Banyak penelitian yang dilakukan dalam populasi di Amerika dimana seperti kita diketahui jumlah angka perceraian di negara tersebut sangat tinggi. Menurut penelitian hasil survey dan wawancara menyatakan bahwa factor sex bukanlah factor tertinggi atau factor utama melainkan factor diperhatikan, dihargai, didengar, disayangi sama pada saat pasangan tersebut mengalami fase pacaran.

Karena saat itu romansa begitu menggelora, pada saat pacaran itu fase yang menyenangkan karena kita selalu ingin mencari atau merebut perhatian pasangan yang kita kagumi. Tapi saat menikah dan masing-masing “merasa” sudah memiliki pasangannya, perhatian itu mulai berkurang karena seakan akan tidak perlu ada perjuangan lagi untuk merebut hati seseorang yang kita kagumi dan sayangi. Jusrtu peribahasa “lebih susah mempertahankan kemenangan daripada merebut kemenangan” ini berlaku, energi saat memperjuangkan dan mempertahankan haruslah sama besar kalau tidak kita akan kalah dari penantang kita yang telah siap untuk mencoba merebut gelar yang dahulu telah kita dapatkan.

Kenapa bukan factor sex yang terutama pada saat pria mencoba melakukan selingkuh ?, perselingkuhan seringkali berawal dari perhatian, penghargaan yang orang lain berikan dimana dirumah atau saat berada dengan pasanggan kita tidak mendapatkan perhatian dan penghargaan. Sama halnya saat fase pacaran dan pendekatan, kita tentu akan senang apabila orang yang kita sukai memberikan perhatian, pujian, penerimaan, didengarkan omongan dan pendapatnya. Hal seperti ini tidak boleh hilang pada saat pernikahan karena kebutuhan ini tidak hilang walau kesibukan dan aktivitas serta tanggungjawab bertambah seiring dengan bertambahnya usia dan keberadaan keluarga yang harus kita penuhi kebutuhannya.

Kebutuhan untuk menyediakan sandang, pangan, papan, pendidikan, kesehatan, rekreasi/hiburan untuk keluarga kita memang harus dipenuhi oleh orang tua, tapi kebutuhan akan penerimaan, penghargaan, perhatian juga harus dipenuhi agar keluarga kita hidup, tanpa terpenuhinya kebutuhan tersebut kita hanya menciptakan keluarga robot. Karena robot tidak memerlukan perhatian karena robot tidak memiliki hati, perasaan atau naluri yang juga dipunyai oleh hewan.

Sungguh suatu keadaan seperti neraka dimana rumah yang adalah tempat untuk keluarga berkumpul yang nyaman justru diisi dengan kesunyian, kekerasaan, pertengkaran, kehampaan, hinaan dan cercaan yang lebih banyak dikumandangkan dari pada pujian dan pendapat atau omongannya didengarkan. Dimana seharusnya dialog antar sesama anggota keluarga alangkah baiknya kalau terjadi secara cantik, dimana ora

No comments:

Post a Comment